Gambar: Ilustrasi/finalweapon.net/Attack on Titan: The Last Attack
Kalau kamu pernah nonton Attack on Titan sampai akhir dan merasa ada yang kurang, entah itu emosinya, visualnya, atau rasanya yang terlalu terpotong-potong, maka film ini mungkin memang dibuat khusus untukmu.
Banjarnegara, Attack on Titan: The Last Attack adalah film kompilasi kelima dan terakhir dari serial anime Attack on Titan, disutradarai oleh Yuichiro Hayashi dan ditulis oleh Hiroshi Seko — duo yang sama di balik serial animenya. Film ini diproduksi oleh MAPPA Studio dan menjadi perayaan resmi 10 tahun perjalanan Attack on Titan sejak pertama kali tayang. Bukan film biasa, dan bukan sekadar tayangan ulang.
Ceritanya berfokus pada babak paling klimaks dari seluruh serial: The Rumbling. Eren Yeager, setelah mewarisi kekuatan Founding Titan, memutuskan untuk melancarkan serangan pemusnahan massal demi melindungi Pulau Paradis. Kedengarannya seperti keputusan seorang antagonis — dan memang itulah yang membuatnya begitu menyakitkan untuk ditonton. Di sisi lain, Mikasa, Armin, Levi, bahkan para mantan musuh, terpaksa bersatu untuk menghentikan Eren sebelum dunia benar-benar hancur.
Yang membedakan film ini dari sekadar “nonton ulang serial lama” adalah upgrade menyeluruh yang dilakukan MAPPA. Visual diperhalus hingga menyentuh standar layar lebar, audio kini menggunakan sistem surround 5.1ch yang membuat setiap langkah Titan terasa di kursi bioskop, dan yang paling ditunggu: ada post-credit scene baru yang tidak ada di versi serialnya. Sutradara Yuichiro sendiri menyebut film ini menyampaikan penutup kisah AoT dengan cara yang lebih emosional dibanding serial animenya.
Yang baru di versi film
- Visual animasi diperhalus hingga standar film layar lebar
- Audio surround 5.1ch imersif dan memukau
- Post-credit scene eksklusif yang penuh emosi
- Final Season Part 1 & 2 ditonton penuh tanpa jeda, 145 menit non-stop
Film ini pertama kali tayang di Jepang pada 8 November 2024, bertepatan dengan perayaan satu dekade Attack on Titan. Sebelum masuk Indonesia, ia lebih dulu menyapu bioskop Taiwan, Malaysia, dan Singapura pada awal Januari 2025. Di Indonesia, film ini tayang mulai 14 Februari 2025 di jaringan bioskop CGV, lengkap dengan pilihan versi sulih suara dan subtitle Indonesia.
Bagi yang sudah mengikuti perjalanan Eren, Mikasa, dan Armin dari awal, ini bukan hanya sebuah film. Ini adalah pamitan yang layak untuk salah satu anime terbesar dalam sejarah.
SarangkuMedia penasaran: kamu termasuk tim yang sudah nonton dari awal, atau baru kenal AoT lewat film ini? Dan yang paling penting, apakah kamu setuju dengan pilihan Eren di akhir cerita? Jangan sendirian menanggung beban itu, cerita di komentar yuk!





