Gambar : ilustrasi/sarangkumdia
Tidak ada foto, tidak ada lukisan yang diizinkan. Tapi gambaran tentang sosok Nabi Muhammad SAW ternyata tersimpan sangat rapi, bukan dalam kanvas atau kamera, melainkan dalam ingatan dan kesaksian langsung para sahabat yang pernah berjalan bersamanya.
Banjarnegara, Islam memang melarang penggambaran fisik Nabi Muhammad SAW dalam bentuk lukisan atau ilustrasi. Namun, deskripsi verbal tentang beliau justru tercatat dengan sangat detail dan dijaga dengan penuh kesungguhan oleh para sahabat. Catatan-catatan ini kemudian diabadikan dalam hadis, kitab sirah, dan karya-karya ulama terpercaya, termasuk dalam buku Hayatu Muhammad karya Husein Haikal yang menjadi salah satu referensi sirah paling dihormati.
✨Wajah dan Kepala
Para sahabat sepakat menggambarkan wajah Nabi Muhammad SAW sebagai wajah yang memancarkan cahaya, bulat bercahaya seperti rembulan di malam purnama. Kulitnya berwarna putih kekuningan atau kemerahan, bukan seputih susu, tapi bercahaya dengan semburat kemerahan yang hangat.
Dahi beliau lebar dan bersih. Alis tebal dan melengkung indah, namun tidak menyambung di tengah. Di antara kedua alis itu terdapat urat yang tampak jelas saat beliau sedang serius atau menyampaikan sesuatu yang penting. Janggut beliau lebat, dan rambut beliau hitam lebat, di usia tua barulah beberapa helai uban mulai terlihat, terutama di pelipis dan janggut.
✨Mata, Bibir, dan Senyuman
Mata Nabi Muhammad SAW digambarkan besar dan hitam, dengan bulu mata yang panjang dan lebat. Bola matanya berwarna sangat gelap, hitam pekat, namun ada yang juga menyebutnya seperti berwarna hitam kemerah-merahan, memancarkan kedalaman dan ketenangan yang membuat siapapun yang menatapnya merasa tenteram.
Bibir beliau digambarkan tidak tebal dan tidak tipis, proporsional, dengan gigi yang putih bersih dan rapi bagai mutiara yang tersusun. Senyum beliau adalah senyum yang paling sering disebut para sahabat sebagai sesuatu yang tidak terlupakan sepanjang hidup mereka. Sahabat Jabir bin Samurah ra. pernah berkata bahwa senyum Nabi seperti pancaran bulan yang tak pernah padam.
🕌Perawakan dan Tubuh
Tinggi badan Nabi Muhammad SAW berada di antara tinggi dan sedang, bukan yang paling jangkung, namun saat berdiri di antara banyak orang, beliau terlihat paling menonjol. Para sahabat menyebut bahwa jika beliau berjalan bersama seseorang yang lebih tinggi darinya, beliau tetap terlihat lebih berwibawa dan berkesan lebih tinggi.
Tubuhnya tegap, bidang, dan proporsional. Tangan dan kakinya besar, telapak tangannya lebar dan lembut. Bahu beliau bidang, dada bidang dan berbulu tipis di bagian tengah. Para sahabat juga menyebut adanya “khatamun nubuwwah”, tanda kenabian berupa tonjolan kecil di antara dua bahu beliau, yang disebut sebagai tanda yang telah disebutkan dalam kitab-kitab suci terdahulu.
🕌Cara Berjalan dan Kesan Pertama
Cara beliau berjalan juga disebut para sahabat dengan penuh kekaguman. Langkahnya cepat dan tegap, seolah menuruni lereng namun tidak tampak tergesa-gesa. Ada kesan mantap dan penuh tujuan dalam setiap langkah kaki beliau. Tidak pernah beliau berjalan dengan angkuh, namun juga tidak pernah terkesan lemah.
Dan yang paling berkesan dari kesaksian para sahabat: siapapun yang pertama kali melihat Nabi Muhammad SAW akan langsung merasakan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar kagum pada penampilan fisik, tapi ada ketenangan dan wibawa yang memancar sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, tapi langsung terasa di hati.
📜 Kesaksian Para Sahabat
“Wajahnya seperti bulan purnama”, begitulah yang diucapkan banyak sahabat saat ditanya tentang rupa Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari berbagai sahabat dalam kitab Syamail Muhammadiyah
“Aku tidak pernah melihat sebelumnya dan sesudahnya seseorang yang lebih mulia penampilannya dari beliau”. Ali bin Abi Thalib ra.
Dari semua catatan itu, ada satu hal yang selalu terulang: kecantikan fisik Nabi Muhammad SAW bukan sekadar soal paras melainkan pancaran dari dalam yang membuat setiap orang yang berjumpa dengannya merasa damai, terinspirasi, dan ingin menjadi manusia yang lebih baik.
SarangkuMedia percaya bahwa mengenal sosok Nabi Muhammad SAW lebih dalam, termasuk gambaran fisiknya adalah salah satu cara untuk semakin mencintai beliau. Dari semua yang kamu baca di atas, bagian mana yang paling menyentuh hatimu? Yuk, berbagi di kolom komentar. Semoga kita semua mendapat syafaat beliau di hari akhir. AAmiin…🤲







